Kegiatan


Ketua FKPT Sulsel: Meminta Guru Agama Mengawal Paham Radikal Terorisme di Sekolah

Gowa, FKPT-SULSEL - Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulawesi Selatan, Prof. Arfin Hamid, mendorong masyarakat untuk berani bertindak tegas dalam menghadapi penyebarluasan paham radikal terorisme. Jika mendapati praktik saling mengkafirman antarumat beragama, masyarakat diminta melapor.


"Lapor ke FKPT bisa, lapor ke Polda bisa," kata Arfin saat menyampaikan sambutan di pembukaan kegiatan Integrasi Nilai-nilai Agama dan Budaya dalam Menumbuhkan Harmoni di Sekolah di Kabupaten Gowa, Rabu (28/8/2019).

Selain praktik pengkafiran antarumat beragama, masyarakat juga diminta berani melawan setiap bentuk penyebaran ujaran kebencian, seruan thaghut ke pemerintah, dan pengharaman Pancasila.

"Itu semua indikator kerentanan radikalisme di Indonesia. Mari kita hadapi bersama," tambah Arfin.

Sebagai wujud keterlibatan dalam pencegahan terorisme, kalangan guru mata pelajaran agama juga diminta ikut aktif dalam pengawal pembubaran ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang sudah dilaksanakan oleh Pemerintah. Termasuk dalam upaya ini adalah mengawasi potensi terbentuknya organisasi baru sebagai underbow HTI.

"Tugas kita bersama mengawal agar tidak tumbuh kembali paham-paham yang mengancam Pancasila dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," pungkas Arfin.  

Kegiatan ini diinisiai oleh BNPT dan dilaksanakan serentak di 32 provinsi se-Indonesia dengan melibatkan guru mata pelajaran agama dari tingkat PAUD hingga SMP. Melalui kegiatan ini BNPT dan FKPT ingin mendorong guru mampu menciptakan konten pembelajaran yang menjadikan tumbuhnya sebuah harmoni di lingkungan sekolah.